Salah Menggendong Sang Buah Hati? 9 Hal Ini Yang Harus Diwaspadai Dan Cara Pencegahannya.

Saat sang buah hati lahir, moms pasti telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik dan akan memastikan untuk memberikan yang terbaik bagi sang buah hati. Untuk mendukung tumbuh kembangnya, mulai dari asupan makanan, pakaian hingga gendongan.


Moms tau ga sih? Salah salah menggendong, akan berakibat fatal bagi pertumbuhan sang buah hati loh! Hal ini harus diperhatikan sedari bayi, karena cara membedong dan menggendong juga mempengaruhi postur sang buah hati kedepannya.

bayi

BACA JUGA: 5 JENIS GENDONGAN BAYI, MANA YANG LEBIH BAIK BAGI SANG BUAH HATI?

Mamaway akan memberikan sedikit insight perihal bahaya kesalahan menggendong sang buah hati yang memicu terjadinya macam-macam kelainan pada tulang yang dapat terjadi pada sang buah hati dan cara pencegahannya. Mari kita simak, penjelasan berikut ini.

 

1. Penyakit Juvenile Paget

kelainan tulang pada anak

Juvenile paget merupakan penyakit yang muncul saat bayi atau anak-anak. Kelainan tulang pada bayi ini berefek dalam aspek pertumbuhan tulang. Penyakit ini menyebabkan tulang bertumbuh terlalu besar, tidak berbentuk, dan rapuh.

Sang buah hati dapat mengalami rasa sakit pada tulang dan persendian, serta kesulitan dalam berdiri dan berjalan. Bentuk tulang belakang sang buah hati juga dapat terpengaruh. Sang buah hati memiliki risiko untuk kehilangan pendengaran karena pertumbuhan tulang yang makin besar dan tebal.

Kelainan pada tulang ini disebabkan oleh mutasi gen TNFRSF11B yang mengatur perombakan tulang yang lama menjadi baru. Mutasi memicu perombakan tulang yang cepat pada usia muda yang malah menyebabkan tulang menjadi lebih besar dan rapuh.

 

2. Osteogenesis Imperfecta

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), osteogenesis imperfecta (OI) adalah penyakit genetik langka yang membuat tulang rapuh dan mudah patah. Kelainan pada tulang ini jarang terjadi dan mempengaruhi kemampuan untuk memproduksi tulang yang kuat. Akibatnya, penderita osteogenesis imperfecta memiliki tulang yang lemah.

Beberapa gejala yang mungkin dapat dialami oleh penderita adalah masalah pernapasan, gigi yang rapuh, kecacatan pada tulang (misalnya skoliosis), kehilangan pendengaran, wajah yang berbentuk segitiga, dan postur yang pendek. Penyebab dari kelainan tulang pada bayi ini adalah karena tidak berfungsinya gen yang mengatur protein kolagen tipe 1 yang penting untuk pembentukan jaringan-jaringan pada tulang, otot ligamen, jaringan pada sklera, dan gigi.

Kurangnya atau buruknya kualitas dari protein kolagen tipe 1 yang diproduksi oleh tubuh menyebabkan tulang menjadi rapuh. Namun, kecepatan sembuhnya tulang tetap dalam taraf normal. Kebanyakan kasus osteogenesis imperfecta diturunkan dari orangtua dan beberapa kasus lainnya adalah karena mutasi dari gen yang memproduksi protein kolagen tipe satu.

 

3. Rakitis

rakitis

Rakitis adalah kelainan tulang pada bayi yang berpengaruh pada pertumbuhan tulang. Rakitis juga dapat dialami oleh orang dewasa dengan istilah yang berbeda, yaitu osteomalasia.

Serupa dengan hypophosphatasia, rakitis dapat menyebabkan melemahnya serta melunaknya tulang. Rakitis juga dapat menyebabkan rasa sakit pada tulang dan memicu kelainan pada tulang.

Kelainan pada tulang rakitis disebabkan oleh kurangnya vitamin D atau kalsium pada sang buah hati yang berperan penting untuk pembentukan tulang. 

 

4. Dysplasia Skeletal

bayi

Dysplasia skeletal adalah kelainan tulang pada bayi yang jarang dialami dan mempengaruhi tulang serta tulang rawan. Kelainan ini sudah dapat berkembang sejak sang buah hati masih berada dalam tahapan janin. Namun, gejala dysplasia skeletal biasanya baru muncul saat sudah memasuki masa anak-anak. Penyebab dari kelainan pada tulang dysplasia skeletal adalah gen yang diturunkan, mutasi gen, atau paparan terhadap racun atau infeksi.

Gejala yang dapat dialami oleh penderita dysplasia skeletal adalah kelainan tulang rusuk pada bayi, pemendekan pada tulang paha dan/atau lengan, kelainan tulang dada pada bayi seperti tulang dada yang kecil, tulang yang terlalu tipis atau tebal, tumbuhnya jari tangan atau kaki yang lebih, dan demineralisasi.

Selain itu, penderita juga dapat mengalami tulang yang patah atau bengkok, tidak adanya salah satu bagian tubuh, dan pertumbuhan tulang yang tidak simetris (satu tulang lebih panjang dari yang lainnya).

 

5. Hypophosphatasia

Hypophosphatasia adalah kelainan pada tulang dan gigi yang memengaruhi proses mineralisasi tulang, seperti kalsium dan fosfor yang penting bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Kelainan pada tulang ini dapat muncul saat anak-anak maupun dewasa. Hypophosphatasia yang muncul saat bayi atau anak-anak biasanya lebih parah daripada yang muncul saat dewasa. Hypophosphatasia dapat menyebabkan melemah dan melunaknya tulang.

Penyebab hypophosphatasia adalah mutasi gen ALP yang berfungsi untuk memproduksi enzim yang berperan dalam proses mineralisasi tulang dan gigi.

Mutasi tersebut memicu produksi enzim yang tidak efektif dan penumpukan zat PPI yang mengganggu proses mineralisasi. 

Gejala yang dapat dialami oleh penderita kelainan pada tulang hypophosphatasia adalah tulang kepala yang lunak, terdapat bagian tubuh yang memendek, dan dada yang berbentuk abnormal. Kelainan tulang pada bayi ini juga dapat menyebabkan penderita kesulitan menaikkan berat badan, sulit makan, gangguan pernapasan dan ginjal, muntah, tingkat kalsium yang tinggi dalam darah, dan bahkan dapat mengancam nyawa.

 

6. Club foot

bayi

Kelainan tulang kaki pada bayi baru lahir yang biasa terjadi salah satunya adalah kondisi lutut atau kaki bengkok. Dikutip dari IDAI, sebenarnya semua bayi baru lahir memiliki lutut bengkok atau club foot yang terlihat seperti huruf O. Normalnya, kondisi ini akan terjadi sampai bayi usia 3 tahun.

Kaki bengkok pada bayi baru lahir bisa merupakan kondisi postural atau juga kelainan struktural. Pada kondisi postural, club foot disebabkan oleh karena posisi sang buah hati pada masa kehamilan di dalam rahim yang tidak benar. Pada keadaan ini, tidak ada kelainan struktural pada organ kaki sehingga bisa membaik dalam waktu 2-3 minggu.

Pada kasus kelainan tulang kaki pada bayi baru lahir akibat kelainan struktural, bayi membutuhkan pertolongan medis seperti penerapan metode Ponseti. Protokol Ponseti adalah koreksi kelainan bentuk pada kaki depan dan tengah dengan menggunakkan gips, jika diperlukan adanya tindakan operasi.

(source: sehatq.com)

 

7. Spondylitis

Spondylitis merupakan kondisi dimana terjadinya peradangan secara kronis yang mengakibatkan menutupnya celah antara ruas pada tulang belakang. Sama seperti skoliosis, spondilitis juga kebanyakan disebabkan oleh faktor keturunan. Bedanya, spondilitis merupakan kelainan dalam bentuk infeksi tulang belakang yang menyebabkan pertumbuhannya terganggu. Alhasil, bentuk tulang belakang pun jadi tidak sempurna. Selain faktor keturunan, kurangnya konsumsi kalsium pada ibu hamil juga dapat mengganggu perkembangan tulang pada janin.

 

8. Skoliosis

Saat menggendong bayi pastikan tulang belakang bayi bertumpu secara sempurna. Pasalnya, menggendong bayi yang salah dan membuat tumpuan di area tulang belakang hanya pada satu sisi dapat menyebabkan skoliosis. Hal ini membuat tulang belakang membengkok ke arah samping. Dan dapat merubah postur tubuh dalam pertumbuhan tulang yang terjadi pada sang buah hati.

 

9. Hip Dysplasia

bayi

Hip Dysplasia merupakan kondisi dimana terjadinya pergeseran antara sendi pinggul dengan tulang pangkal paha. Dengan kata lain dapat dijelaskan sendi panggul merupakan persambungan antara dua tulang, satu sisi berbentuk seperti bola, sisi lainnya berupa rongga. Pada sendi panggul yang normal, bola berada dalam rongganya. Namun pada kondisi hip dysplasia panggul (developmental dysplasia of hip/ DDH), bola tersebut berada di luar rongga atau berada di dalam rongga tetapi tidak pas tempatnya.

Untuk mendiagnosis penyakit hip dysplasia ini pada sang buah memang sedikit sulit untuk didiagnosa, terutama jika bilateral (kedua pinggul terpengaruh) karena pinggulnya simetris. Pinggul bisa sedikit longgar, tetapi sebaliknya baik-baik saja, dan kemudian menjadi semakin buruk seiring bertambahnya usia bayi, terutama jika mereka tergelincir lebih jauh dari soket saat bayi rileks, seperti saat tidur. Ketika kedua pinggul terkilir, pemeriksaannya simetris.

Ketika sang buah hati dengan pinggul terkilir berjalan, dia memiliki gaya berjalan terlihat tidak seimbang dan tidak kokoh yang sedikit lebih berlebihan daripada gaya berjalan balita normal. Jika hanya satu pinggul yang terkena, lebih mudah untuk melihat pinggul yang terkena karena dapat dibandingkan dengan pinggul lainnya. Dalam beberapa kasus, hip dysplasia telah berkembang pada sang buah hati yang lebih tua bahkan ketika pemeriksaan kondisi normal dan USG normal pada usia enam minggu. Penyebab kasus yang berkembang lambat ini tidak diketahui.

(source: hipdysplasia.org)

Terjadinya hip dysplasia ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

  • Bayi lahir dalam posisi sungsang (bokong di bawah)
  • Adanya riwayat keluarga yang mengalami hip dysplasia
  • Saat hamil, moms mengalami oligohidramnion (air ketuban terlalu sedikit)
  • Bayi yang dibedong dengan terlalu ketat

Moms bisa mengantisipasi hal ini dengan membenarkan cara membedong atau menggendong sang buah hati. Dalam menggendong sang buah hati, pastikan posisinya setinggi pinggul, ya moms. Posisi ideal ini disebut dengan M-shape yang dapat menjaga kesehatan pinggul sang buah hati. Seharusnya gendongan bayi tidak membuat pinggul dan paha sang buah hati tertekan. Jika salah, posisi kaki akan menggantung dan tubuhnya akan bertumpu pada tulang belakang.

Cara Pencegahan Kelainan Tulang

kelainan tulang pada bayi

Moms bisa mengantisipasi hal ini dengan membenarkan cara membedong atau menggendong sang buah hati. Dalam menggendong sang buah hati, pastikan posisinya setinggi pinggul, ya moms. Posisi ideal ini disebut dengan M-shape yang dapat menjaga kesehatan pinggul sang buah hati. Seharusnya gendongan bayi tidak membuat pinggul dan paha sang buah hati tertekan. Jika salah, posisi kaki akan menggantung, dan tubuhnya akan bertumpu pada tulang belakang.

Untuk mencegah terjadi kelainan pada sang buah hati, moms dapat melakukan beberapa cara sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kondisi yang terjadi pada sang buah hati. 

1. Mencukupkan Gizi

bergizi

Pencukupan gizi yang dibutuhkan oleh sang buah hati menjadi suatu hal yang penting, karena jika sang buah hati kekurangan vitamin hal tersebut bisa menghambat tumbuh kembang. Dimana, pada masa balita menjadi usia yang sangat krusial atau sering disebut masa emas bagi kebanyakan orang.

Tubuh sang buah hati menyerap banyak vitamin dan membutuhkan banyak asupan untuk perkembangan organ-organ penting. Para moms  bisa mengantisipasi dengan memberikan asupan makanan yang cukup dan penuh dengan gizi yang dibutuhkan untuk sang buah hati.

2. Berolahraga

berolahraga

Berolahraga menjadi salah satu cara untuk memperkuat tulang. Beberapa olahraga mempunyai manfaat sebagai pencegahan terhadap pengeroposan tulang dan kerapuhan tulang. Disarankan moms mengajak sang buah hati untuk melakukan olahraga dan menjadikan rutinitas yang menyenangkan.

3. Berjemur Dibawah Matahari Pagi

berjemur dibawah matahari

Bagi moms yang mempunyai bayi dibawah umur 2 tahun, secara medis sangat dianjurkan untuk menjemur sang buah hati pada rentan waktu 7-10 pagi. Karena sinar matahari pada waktu itu sangat baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Selain itu, sinar matahari tersebut menjadi pengaktif agar tubuh ‘mengolah’

4. Mengkonsumsi Kalsium 

kalsiumKebutuhkan kalsium sangatlah tinggi pada masa balita, terbentuknya tulang dan organ-organ seluruh tubuh menjadi alasan utama bagi moms untuk mencukupkan kebutuhan kalsium sang buah hati. Kalsium dapat dicukupkan dengan

5. Posisi Tidur Dan Duduk Yang Tepat

bayi

Hal lain yang harus diperhatikan adalah posisi tidur dan duduk yang tepat bagi sang buah hati. Karena rentannya pertumbuhan tulang yang memungkinkan untuk mengubah postur dan bentuk tulang pada sang buah hati.

6. Posisi Menggendong Yang Tepat

menggendong

Menggendong sang buah hati tidak boleh sembarangan, hal ini juga harus diperhatikan. Posisi yang salah saat menggendong sang buah hati, juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang. Moms harus mengetahui cara yang benar dan tepat untuk menggendong sang buah hati, dan menggunakan gendongan yang tepat. 

(source: orami.co.id)

MAMAWAY RING SLING GENDONGAN BAYI menjadi pilihan andalan untuk para moms, dalam mengatasi kegundahan untuk mencari gendongan yang tepat bagi sang buah hati. Dan dengan adanya MAMAWAY RING SLING GENDONGAN BAYI ini moms tidak perlu khawatir, akan terjadinya kelainan tulang pada sang buah hati. Terlebih terjadinya hip dysplasia yang berbahaya dan berakibat fatal bagi tumbuh kembang sang buah hati, karena MAMAWAY RING SLING GENDONGAN BAYI Mendukung pertumbuhan tulang pinggul dan kaki buah hati⁠, tersertifikasi IHDI (International Hip Dysplasia Institute). 

MAMAWAY RING SLING GENDONGAN BAYI dapat digunakan untuk menggendong newborn baby maupun balita, dengan bahan yang breathable tidak membuat sang buah hati menjadi iritasi dan nyaman di kulit. MAMAWAY RING SLING GENDONGAN BAYI juga kuat karena ring yang terdapat pada gendongan ini menggunakan ring yang digunakan oleh militer. Yang menjadi keunggulan gendongan ini mampu menahan beban seberat 75 kg dan awet hingga 10 tahun.

 

@mamawayid

Yakin gendongan bayi moms aman?🤗 ##gendonganbayi ##viral ##foryoupage ##pregnancy ##ibuhamil ##momsuilife

♬ Desce Pro Play (PA PA PA) - MC Zaac & Anitta & Tyga

MAMAWAY RING SLING GENDONGAN BAYI juga anti pegal, adanya fitur yang terdapat pada bagian pundak. Moms tidak perlu khawatir untuk berasa sakit punggung atau pundak selagi menggendong sang buah hati. Justru, adanya MAMAWAY RING SLING GENDONGAN BAYI dapat mengurangi tekanan pada pundak dan penyebaran beban secara merata.


Demi menjaga kesehatan serta tumbuh kembang sang buah hati, dianjurkan moms untuk memperhatikan setiap detail perihal kebutuhan sang buah hati. Agar sang buah hati dapat terjaga dan bertumbuh dengan baik.

Leave a comment