Beberapa Mitos Seputar Kehamilan dengan Penjelasannya



Sebagai seorang calon ibu, Anda pasti sering mendengar banyaknya pantangan yang harus ditaati selama proses kehamilan. Larangan-larangan ini bisa berupa makanan yang tak boleh dikonsumsi, aktivitas yang boleh dilakukan, dan lain-lain. Apakah informasi tersebut benar? Kita akan mengupas tuntas beberapa mitos seputar kehamilan di sini.

#1 Ibu hamil tidak boleh berolahraga

Salah satu mitos kehamilan yang banyak beredar di kalangan ibu hamil adalah bumil tidak boleh berolahraga. Namun, ini tidak benar. Saat sedang mengandung, ibu boleh tetap berolahraga. Aktivitas ini sangat dianjurkan karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan ibu hamil dan janin.

Namun perlu dicatat, olahraga yang dilakukan ibu hamil tidak boleh terlalu berat sampai membuat dehidrasi dan kelelahan. Berolahraga selama 20-30 menit sebanyak 3-4 kali seminggu sudah sangat bermanfaat untuk sang ibu dan janin. Beberapa pilihan olahraga yang baik untuk ibu hamil meliputi senam hamil, berenang, berjalan, hingga yoga dan pilates ibu hamil.

 

#2 Porsi makan ibu hamil harus dua kali lipat

 

Apakah ibu pernah mendengar pembicaraan populer seputar kehamilan di mana porsi makannya harus digandakan dua kali lipat? Faktanya, ibu hanya membutuhkan kalori ekstra sekitar 300-350 kalori saat sedang hamil satu anak jika sudah mengikuti rekomendasi asupan harian 2000 kalori. 

Mary Bolles Holder, seorang bidan perawat tersertifikasi berkata, "Ekstra kalori tersebut dapat seimbang dengan sebutir telur, sepotong roti gandum utuh, setengah cangkir yogurt rendah lemah, dan sepotong buah."

Daripada berfokus pada jumlah kalori, coba beri perhatian lebih pada kualitas pilihan makanan. Dengan begitu, ibu terjamin mendapatkan berat yang sehat selama masa kehamilan.

 

#3 Tidak boleh mengonsumsi kopi selama masa kehamilan

Tentu larangan ini begitu menyiksa bagi para pencinta kopi. Sebenarnya, mengonsumsi kopi saat hamil itu tidak apa-apa asalkan tahu batas.

Perlu diketahui bahwa mengonsumsi kafein terlalu banyak bisa meningkatkan risiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Maka dari itu, saat hamil, jangan mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari. Jumlah kafein ini setara dengan sekitar satu gelas kopi instan atau 3 cangkir teh.

 

#4 Ibu tidak boleh mengecat rambut saat sedang hamil

Walaupun meminimalisir penggunaan bahan kimia selama masa kehamilan adalah ide yang bagus, bukan berarti ibu tidak boleh mengecat rambutnya. Pewarna rambut ternyata aman untuk digunakan ibu hamil. Mary juga menjelaskan jika bahan kimia yang terkandung di dalam cat rambut permanen dan semi permanen ini tidak terlalu bahaya, tapi perlu diketahui bahwa akan ada sedikit bahan kimia tersebut yang diserap oleh kulit.

 

#5 Morning sickness hanya terjadi di pagi hari

 

Morning sickness atau rasa mual ingin muntah sangat umum terjadi pada masa kehamilan. Namun karena namanya "morning" bukan berarti mual tersebut hanya terjadi di pagi hari. Hal itu dapat terjadi juga di siang maupun malam hari. Biasanya, kemualan ini akan mulai menghilang di trimester kedua. Jika sifatnya serius, Ibu bisa berkonsultasi pada dokter kehamilan untuk mengurangi rasa mual tersebut.

 

#6 Berhubungan intim saat hamil dapat menyakiti calon bayi

Banyak orang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh melakukan hubungan intim karena bisa menyakiti janin dan berpotensi menyebabkan keguguran. Namun, informasi ini hanyalah mitos belaka. Selama kehamilan ibu tersebut sehat dan normal, ibu masih tetap bisa melakukan hubungan seks dengan pasangan.

Janin dalam kandungan ini sebenarnya dilindungi oleh kantung dan cairan ketuban, otot rahim yang kuat, dan lendir yang tebal pada leher rahim. Oleh karena itu, keguguran tidak ada hubungannya dengan aktivitas hubungan intim. Sebagian besar keguguran terjadi akibat janin tidak berkembang dengan baik.

Semangat calon ibu!

Leave a comment