WhatsApp: +62 - 87820611777
  • Home
  • mamaway-blog
  • 7 Makanan Ini Dipercaya Dapat Merangsang Kontraksi: Mitos atau Fakta?

7 Makanan Ini Dipercaya Dapat Merangsang Kontraksi: Mitos atau Fakta?

by Mamaway Admin

"Apakah ada yang bisa saya makan untuk memperlancar persalinan?"

Pada minggu ke-39 atau 40, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa bayi masih belum menunjukkan tanda-tanda ingin keluar. Meskipun dokter Anda tidak merasa terganggu, Anda merasa harus melakukan sesuatu untuk mempercepat proses persalinan agar bayi tidak telat lahir. Begitu banyak ibu beralih ke makanan yang bisa mereka makan untuk merangsang proses persalinan dengan cara non-medis. Jika Anda juga penasaran, mari kita bahas tentang kebenaran dari hal ini.

Apakah makanan bisa merangsang proses persalinan?

Walau ada banyak cerita tentang para ibu yang mengklaim bahwa "beberapa makanan berhasil merangsang persalinan", saat ini masih belum ada bukti medis bahwa makanan tertentu dapat menyebabkan persalinan secara langsung. Namun, mengapa begitu banyak ibu mengklaim bahwa beberapa makanan sangat efektif dalam hal ini?

Faktanya, makanan yang dikenal dapat merangsang persalinan memiliki dampak yang lebih langsung pada sistem pencernaan - beberapa menyebabkan sakit perut atau diare yang secara tidak langsung dapat memicu kram dan kontraksi rahim. Memang, kontraksi dan kram yang disebabkan oleh gangguan pencernaan ini dapat mempercepat terjadinya proses persalinan, tetapi ada juga risiko efek samping dan ketidaknyamanan dari ini.

7 makanan yang sering dipercaya dapat merangsang kontraksi

Nanas: Tidak diragukan lagi bahwa buah ini merupakan makanan yang paling sering dipercaya dapat merangsang kontraksi. Secara teori, enzim bromelain dalam nanas bermanfaat untuk melembutkan serviks dan memicu kontraksi. Namun, penelitian yang menunjukkan bukti pendukung teori ini dilakukan secara langsung kepada sampel jaringan dan bukan pada saat nanas dicerna melalui sistem pencernaan.

Makanan Pedas: Anda mungkin pernah mengalami rasa pedas yang membakar saluran pencernaan setelah makan makanan pedas. Memang benar, makanan pedas merangsang sistem pencernaan yang secara tidak langsung dapat mempercepat terjadinya kontraksi. Beberapa berspekulasi bahwa sebenarnya postaglandin, hormon yang diproduksi ketika mengonsumsi makanan pedas, yang merangsang proses tersebut. Beberapa peneliti berteori bahwa makan makanan pedas melepaskan capsaicin yang dapat mengurangi nyeri persalinan jika diterapkan beberapa hari sebelum melahirkan. Meskipun tidak apa-apa untuk makan makanan pedas dalam porsi yang sedikit, jangan lupa bahwa makan terlalu banyak dapat menyebabkan sakit perut dan naiknya asam lambung.

Kurma: Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini membandingkan 77 ibu hamil yang makan kurma saat hamil tua dan 77 yang tidak. Hasilnya menunjukkan bahwa ibu hamil yang makan kurma setiap hari menerima lebih sedikit intervensi medis untuk merangsang kontraksi dibandingkan mereka yang tidak makan kurma. Namun, belum ada informasi yang cukup tentang seberapa banyak Anda harus makan dan seberapa sering.

Terong: Mengapa terong ada di daftar ini? Ini sebenarnya dari kisah seorang ibu yang makan Scalini (hidangan terong yang dijual di restoran), dia kemudian melewati proses persalinan 2 hari setelah memakannya. Ada beberapa teori mengapa sayuran ini bisa berhasil merangsang kontraksi, tetapi sama seperti makanan lain di daftar ini, belum ada bukti yang kuat tentang bagaimana hal seperti ini dapat terjadi secara ilmiah.

Cuka Balsamic: Mirip dengan terong, cuka balsamic mendapatkan reputasinya di daftar ini dari hidangan restoran terkenal yang bernama "Maternity Salad" di Caioti Pizza Cafe di California. Salad ini dilengkapi dengan saus cuka balsamic buatan sendiri yang dianggap sebagai "saus rahasia" oleh calon ibu. Tetapi apakah ada bukti medis yabg mendukung hal ini? Untuk saat ini, tidak. Jadi teori ini jangan ditelan mentah-mentah.

Daun Teh Raspberry Merah: Teh daun raspberry merah digunakan untuk memperkuat rahim, mempercepat persalinan dan pemulihan pasca persalinan dalam pengobatan tradisional. Teh daun ini dianggap dapat meningkatkan aliran darah ke rahim dan memperkuat otot rahim. Hal ini dengan demikian menyebabkan kontraksi secara tidak langsung. Namun, masih belum ada bukti medis tentang efeknya. Perlu dihimbau, mengonsumsi teh herbal saat hamil tidak sepenuhnya direkomendasi. Teh daun raspberry merah juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Selalu lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Minyak Jarak: Minyak yang terkenal ini dipercaya dapat merangsang kontraksi sejak zaman Mesir kuno. Minyak jarak terdiri dari asam ricinoleic, asam lemak yang memberikan tekstur kental dan bau yang kuat. Meskipun dianggap berkhasiat untuk sembelit, infeksi kulit, radang atau masalah sistem imun, efek sampingnya dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan dapat membahayakan. Minyak jarak paling dikenal sebagai pencahar yang bertindak sebagai stimulan kuat pada usus. Ini dapat menyebabkan kejang di usus yang kemudian dapat mempengaruhi rahim dan menyebabkan kontraksi. Meskipun telah digunakan selama ratusan tahun sebagai obat tradisional, tidak ada bukti pendukung yang membuktikan efek minyak jarak dalam merangsang proses persalinan. Sebaliknya, minyak ini dapat menyebabkan kram perut yang tidak teratur dan menyakitkan. Bayi dapat juga mengeluarkan mekonium (tinja pertama mereka) sebelum lahir, yang dapat menjadi masalah. Kesimpulannya, lakukan konsultasi ke dokter kandungan sebelum Anda menggunakan minyak jarak! Keselamatan dan kesehatan ibu dan anak adalah hal yang paling penting.

Baru dibeli

Product name

info info